Selamat datang di website simpul demokrasi. LAP TIMORIS sebagai Lembaga Swadaya mempunyai komitmen bersama untuk berpartisipasi dalam upaya membangun tatanan masyarakat sipil yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan tuntuntan perubahan dan perkembangan dunia, serta kemajuan peradaban
Visitors
-- Materi Seminar Sekolah Demokrasi dalam format PDF dan MS Words --
1 Visitors Online
news
Hari ini, 31 Juli 2010
Tambang: Tindakan Bunuh Diri dan Pemusnahan Manusia POST:23-07-2010
  Tambang jenis apapun hanya akan menorehkan persoalan sosial dan kerusakan lingkungan hidup. Berbagai penyakit akan muncul dan bahkan korban jiwa. Air, udara, dan tanah akan tercemar oleh limbah dan zat kimia radioksida. Pendapatan ekonomi masyarakat baca selengkapnya...
 
Kepala Desa Asumanu Intimidasi Warga POST:18-07-2010
  Kepala Desa Asumanu, Anton Suri, mengintimidasi warga terkait harga jual mangan. Manggan yang dibeli Suri dianggap tidak manusia karena berada di bawa harga jual pembeli lain. Namun, warga tidak bisa berbuat banyak karena Suri adalah kepala desa baca selengkapnya...
 
Kesehatan Penambang, Tak Dihiraukan Pengusaha POST:18-07-2010
  Masyarakat yang bekerja pada PT. Samara Atambua, sejak 16/04/2010 melakukan tambang mangan di Desa Lakanmau, Dusun Manehitu dan Lianain (Weklekat) Halihorin, tidak dilengkap pelindung kesehatan. Pantauan Demos, Selasa, 20/04/2010 di lokasi pertambangan baca selengkapnya...
 
Banjir Hancurkan Wilayah Selatan Belu POST:18-07-2010
  Banjir bandang akibat luapnya Bendungan Benenain pertengahan mei 2010 kembali menerjang wilayah Selatan Kabupaten Belu. Sebanyak 3. 816 rumah milik warga di lima kecamatan yakni; Kecamatan Malaka Barat, Malaka Tengah, Kobalima, Kobalima Timur dan Kecamata baca selengkapnya...
 
Gali Mangan, Ibu Rumah Tangga Menderita Sakit POST:31-05-2010
  Mangaan tidak mendatangkan keuntungan ekonomi tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan. Beberapa warga yang menggali mangaan secara manual, kini menderita sakit. baca selengkapnya...
 
Pembangunan Pos PAMTAS Ditinjau Ulang POST:31-05-2010
  Kunjungan Komisi 1 DPR RI di Kabupaten Belu beberapa waktu lalu (10/3), setidaknya memberikan angin segar. Beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Belu dapat disampaikan. baca selengkapnya...
 
Uskup Atambua Minta Usut Kasus IPAL, Magdalena Tiwu POST:31-05-2010
  Kasus ijasah palsu anggota DPRD Belu, Magdalena Tiwu, yang proses hukumnya ditangani Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, belum menemui titik terang. baca selengkapnya...
 
[ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ]
Untitled Document
GALLERY
photo20.jpg
FOTO: PENGUATAN KAPASITAS
ARTIKEL
Dilema Demokrasi Mayoritas
Oleh:Romanus Ndau Lendong

DI penghujung 2008, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan ketentuan nomor urut yang diatur dalam pasal 214 UU No. 10/2008 tentang pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD. Pasal tersebut menyatakan bahwa pemenang pemilu legislatif adalah mereka yang berhasil meraih suara di atas 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan menduduki nomor urut kecil.

Baca detail
 
Pemilu 2009: Dari Kerumunan Hingga Golput
Oleh: Pius Rengka, SH, M.Sc

PEMILU legislatif akan digelar 9 April 2009. Itu artinya pemilu tinggal 90 hari lagi. Apa kiranya gejala dan makna politis dari tenggat waktu tersisa itu dalam dinamika politik di Nusa Tenggara Timur? Apa pula fenomena kasat mata di permukaan panggung politik NTT?

Baca detail
 
"Civil Society" di Lembata
Oleh: Fredy Wahon

ADEGAN sidang paripurna DPRD Lembata membahas draf rekomendasi tentang pertambangan tembaga dan emas di Kabupaten Lembata oleh PT Merukh enterprise ricuh. Suasana sidang yang dipimpin Frans Making, BA itu sejak awal memang sudah tegang. Maklum, sejak sidang dibuka, anggota Dewan dari PSI, Ahmad Bumi, SH langsung melakukan interupsi. Dia menilai Dewan tidak perlu mengeluarkan rekomendasi.

Baca detail
 
Pesona Caleg atau Ideologi Partai?
Oleh: Dr. Paul Budi Kleden, SVD

KETIDAKPASTIAN, itulah yang dapat dikatakan tentang suasana menjelang pemilihan umum legislatif 2009 ini. Regulasi yang ditetapkan masih gamang dan belum stabil. Contreng sekali atau dua kali? Bagaimana dengan affirmative action untuk kaum perempuan?

Baca detail
 
Sekolah Demokrasi Lembata Lahirkan Pemimpin Baru

Oleh: Niko Dai

Sekolah Demokrasi Lembata adalah sebuah bentuk pendidikan non formal dalam bidang politik. Lahirnya Sekolah Demokrasi ini membutuhkan sebuah proses yang panjang.

Baca detail
 
Mengintip Tradisi Pengambilan Nale di Mingar

Oleh: Pius Demon

Anda mungkin sudah merasakan nikmatnya aneka santapan hidangan laut, tapi pernahkah Anda menyantap “see food” dari Mingar? Boleh jadi Anda sudah mendengar nama makanan laut dari wilayah Kecamatan Nagawutun itu, tapi belum menyantapnya.

Baca detail
 
Membudayakan Pangan Lokal

Oleh: Marianus Kleden

DI pojok kiri halaman Kantor Gubernur NTT terpancang sebuah bilbor (tetapi tidak pernah di-bill) dengan foto gubernur dan wakil gubernur yang mengimbau agar hari Kamis katong makan pangan lokal.
Baca detail

 
Nasib Komoditi Unggulan NTT

Oleh: Wilson MA Therik

SALAM (tajuk) di Harian Umum Pos Kupang, 30 Juni 2009 kembali menguak penyakit yang telah menahun (su tua di badan), yakni petani kecil NTT yang menderita karena harga jual komoditi yang rendah, pengijon dan lintah darat serta debt collector merajalela, dan tidak ada yang 'merasa berdosa'. Semua tenang-tenang saja.
Baca detail

 
Demokrasi dan Ketergantungan Sosial

Oleh Drs. Martinus Satban, M. Si

Secara konseptual, demokrasi dan kesejahteraan (welfare) merupakan dua konsep yang sangat terkait erat walau tidak harus dibuat paralel. Demokrasi adalah pilihan untuk mewujudkan kesejahteraan.
Baca detail
 

Ironi Kekuasaan Politik

(Refleksi menjelang Pilpres 2010)

Oleh Gabriel Adur (Mahasiswa Philosopisch und Theologisches Hochschule Sankt Augustin German)

Tentang hakikat manusia, Hans Kueng pernah menulis: Manusia itu sendiri sudah sangat komplex, makhluk yang memiliki tingkat ambivalensi yang tinggi antara yang rational dan yang tidak rational, yang baik dan yang buruk; sebuah perpaduan dari egoisme dan kebajikan (Hans Kueng, Weltethos für Weltpolitik und Weltwirtschaft, 1997). Baca detail

 
Telah Mati (Menyoal Tata Ruang Kota Lewoleba)

Oleh Juan Orong

(Imam Katolik, Paroki Saint Arnold Janssen, Waikomo-Lewoleba Barat)

Sepintas melihat kota Lewoleba, serentak terbersit di hati kita rasa sedih dan terenyuh. Betapa tidak? Segala infrastruktur dan tata ruang kota itu tidak terurus dengan baik; lantas wajah kota itu tampak carut-marut. Baca detail

 

Bangkit Lawan Kebohongan

(Seputar Penolakan Tambang di Riung)

Oleh Steph Tupeng Witin

Tanah di Flores dan Lembata terus menerus digempur oleh para investor pertambangan. Nusa Bunga, akhir-akhir ini, menghadirkan daya tarik dan pesona bagi hadirnya “janji-janji surga” yang sesungguhnya berjalan beriringan dengan bayangan kehancuran alam.
Baca detail
 
Gelombang Demokrasi Masyarakat Transisi

Oleh Pius Rengka

BAGAIMANA menjelaskan hasil pemilihan legislatif dan presiden kemarin dalam terang gelombang demokrasi di daerah ini? Pertanyaan ini, ingin dikomentari secara amat sangat ringkas dan sederhana.

Baca detail
 
Partai Politik dan Penguatan Politik Daerah
Oleh: Dr. phil. Norbertus jegalus, MA

Karena eksistensi partai politik di Indonesia dijamin secara konstitusional pada tingkat negara, jadi tidak ada partai politik lokal kecuali Daerah Aceh, maka kita hanya bisa berbicara tentang peran partai politik secara umum di tingkat nasional. Baru berdasarkan pemahaman itu kita bisa menyoroti eksistensi dan peran partai politik di tingkat lokal yakni di tingkat kabupaten.

Baca detail
 
Negeri Para Preman
Oleh: Dion DB Putra

BETA makan lu. Lado mengajak Mase berduel di luar gedung Dewan. Demikian sepenggal peristiwa yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Kupang, hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2009.

Baca detail
 
DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH; UPAYA MEMBERDAYAKAN DAERAH

Oleh: VIKTUS MURIN

Revormasi yang terjadi di Indonesia sebagai antitesa terhadap pemerintahan sentralistik Orde Baru, telah membuka kran demokrasi secara masif di hampir semua lini kehidupan
Baca detail
 
Pers di Negeri Kaum Papa

Oleh: Dion DB Putra

(Pemred SKH Pos Kupang dan Ketua PWI Cabang NTT)

Wajah pers merupakan gambaran bening tentang rupa masyarakatnya. Tidaklah mungkin pers hidup makmur di tengah masyarakat yang miskin papa. (Konvensi Media Massa Nasional 2010)

Baca detail
 
KONSEP DAN APLIKASI EKONOMI BERBASIS MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN KESEJAH

Oleh: Dr. Thomas Ola Langoday, M.Si

Saya berpendapat bahwa baik aras konsep, aplikatif maupun objektivenya ilmu ekonomi bergerak menuju satu tujuan yaitu kesejahteraan masyarakat. Hanya saja dalam ilmu ekonomi terdapat banyak agen/pelaku ekonomi.

Baca detail
 
Tue Nala Ho'on Media Perdamaian Lokal Suku Bunaq

Oleh: Charles mau dan Charles Anyi

Seiring dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi yang kian meningkat, berpegaruh terhadap aspek kehidupan. Salah satunya adalah tradisi/budaya lokal kian hari kian surut dari realita kehidupan. Generasi muda saat ini mulai menyepelehkan bahkan melupakan tradisi warisan leluhur. Mengatasi persoalan yang ada di sekitar kita dapat dilakukan menggunakan media lokal, seperti "TUE NALA HO'ON" di masyarakat Bunaq.
Baca detail
 
Dari Luli Ahi Hingga Gelo Sele

Oleh: Yanuaris Pareira

Tulisan ini mengupas tradisi Suku Kemak Oho tentang ritual adat dalam bertani yang merupakan penyatuan dengan kekuatan leluhur. Suku Kemak Oho memiliki bermacam-macam ritual adat. Ritual adat ini merupakan kepercayaan bersama segenap anggota Suku Kemak Oho. Prosesi penanaman tanaman pertanian dan perkebunan, dilalui beberapa proses, antara lain
Baca detail
 
LEGENDA SUMBER AIR LAHURUS

Oleh: (Genoveva Bikan & Puplius M. Buru)

Tulisan ini sengaja ditempatkan setelah cerita mengenai suku Melus karena legenda sumber air Lahurus sangat erat kaitannya dengan peristiwa pengusiran orang Melus. Tulisan ini berusaha merangkum tradisi lisan tentang munculnya sumber air Lahurus yang diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.

Baca detail
 
DAFTAR PUSTAKA KID
World Assembly of WORLD MOVEMENT FOR DEMOCRACY
Indonesian Political Parties: From Party Machinery to Political Volunteerism
Democracy And Interfaith Values
***