LAP Timoris
Visitors
LAP TIMORIS sebagai Lembaga Swadaya mempunyai komitmen bersama untuk berpartisipasi dalam upaya membangun tatanan masyarakat sipil yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan tuntuntan perubahan dan perkembangan dunia, serta kemajuan peradaban
6 Visitors Online
POJOK
DESENTRALISASI ASIMETRIS

Secara jelas UUD 1945 mengatur tentang desentralisasi dan  satuan pemerintahan daerah di Indonesia, yaitu selain meng­anut model desentralisasi simetris (seragam) dan mengakui pula desentralisasi asimetris. Pengaturan ten­tang  desentralisasi asimetris ditemukan dalam Pasal 18A ayat (1), Pasal18B ayat (1 & 2). Dalam Pasal 18A ayat (1) diamanatkan bahwa “Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah provinsi, kabupaten dan kota, diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah”. Lebih lanjut dalam Pasal 18B ayat (1 & 2) diatur bahwa satuan–satuan pemerintahan daerah yang  bersifat khusus atau bersifat istimewa diakui dan dihormati. Juga diakui dan dihormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan pekerbangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.

baca detail
ANTARA News - Nasional - Hukum
KPK yakin hakim setujui tuntutan terhadap Anas
Tue, 23 Sep 2014 19:14:56 +0700 - Komisi Pemberantasan Korupsi meyakini bahwa hakim akan meluluskan tuntutan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari sejumlah proyek pemerintah ...
Polrestabes Bandung grebek pabrik mie berformalin
Tue, 23 Sep 2014 17:52:56 +0700 - Polrestabes Bandung menggerebek sebuah pabrik pembuatan mie basah di Bojongloa Kidul Kota Bandung, Selasa (23/9), yang diduga menggunakan bahan berformalin. Penggerebegan dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba yang dipimpin ...
DESIGN WEB
Apa yang ingin anda peroleh dari website ini?
Post Pendapat Anda
 

LAP TIMORIS di peta yang lebih besar
news
Duh.... Broker Asing "Lelang" Tanah di Website
Labuanbajo - Timoris,21-09-2014

TABLOID SAKSI - Penjualan tanah di Kabupaten Manggarai Barat bukan saja dilakukan oleh masyarakat lokal secara langsung berhadapan dengan pembeli, tetapi juga melalui dunia internet. Penjualan tanah melalui internet itu dilakukan warga negara asing melalui website.

Hal ini menyebabkan hampir sebagian besar tanah di Kota Labuan Bajo, kini sudah dimiliki orang luar dan terutama investor. Karena itu, berbagai pihak mendesak pemerintah melakukan moratorium penjualan tanah dan membuat regulasi terutama tata ruang kota dan penertiban hak kepemilikan tanah. Pun dengan begitu konflik tanah di kabupaten pariwisata ini dapat ditekan.  

Konflik tanah antara masyarakat dengan masyarakat dan antara masyarakat dengan pembeli luar tak terhindarkan di Kota Labuan Bajo saat ini. Hal ini sebagai akibat dari regulasi yang mengatur tidak ditegakan secara baik oleh pemerintah daerah. Bahkan, paling berat jika regilasi itu belum dibuat secara jelas. Akibatnya, kota pariwisata baru ini, kerap dilanda kasus-kasus terkait tanah. Bukan itu saja. Penataan hak kepemilikan tanah masyarakat di Labuan Bajo belum dilakukan pemerintah daerah secara optimal. Ini yang jadi soal.

--
baca selengkapnya...
Sistem Rekapitulasi Berjenjang Pilpres Digugat Ke MK
Jakarta - Timoris,02-09-2014

(Antara) - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang permohonan pengujian UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang mengatur sistem rekapitulasi berjenjang yang diajukan LSM Warga Bela Negara.

LSM Bela Negara yang terdiri dari 12 pemohon, yaitu Antonius Ratumakin, Budi Permono, Lili Hayanto, Bahrulhadi Nursyamsul, Wije, Ahmad Yanuana Samantho, Izharry Agusjaya Moenzir, Syarbini AG, Mario Purwanto, Mirzan Insani, Andreas Harut dan Ramses Desemberata Arwan ini menguji Pasal 141 hingga Pasal 156 UU Pilpres.

--
baca selengkapnya...
Menunggu Transparansi Tim Transisi Jokowi-JK
Jakarta - Timoris,30-08-2014

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Transisi yang dibentuk pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla bertugas membantu pasangan ini melewati transisi pemerintahan dengan mulus. Tim ini terdiri dari lima orang yang dibantu oleh ratusan anggota kelompok kerja (pokja). Sejak Kantor Transisi diresmikan Jokowi pada 4 Agustus lalu, Tim Transisi langsung bekerja.

Tim melakukan pemetaan masalah dan solusi bersamaan dengan rekrutmen anggota pokja. Akan tetapi, ada hal-hal yang tak transparan disampaikan oleh tim, di antaranya sumber biaya operasional, jumlah pokja, figur yang berada dalam pokja, dan proses rekrutmennya yang tidak pernah disampaikan secara gamblang. Tak ada jawaban lugas saat hal ini ditanyakan.

--
baca selengkapnya...
KPA Desak Jokowi-JK Prioritaskan Reforma Agraria
Jakarta - Timoris,30-08-2014

Berdikarionline.comKonsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mendesak Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK), untuk memproriotaskan agenda reforma agraria.

“Harapan pelaksanaan reforma agraria itu selama ini muncul dari para petani, nelayan, buruh, masyarakat adat dan kaum miskin pedesaan yang selama ini mendapatkan akibat langsung kemelaratan akibat ketimpangan penguasaan sumber agraria,” kata Sekretaris Jenderal KPA, Iwan Nurdin, di Jakarta (22/8/2014).

--
baca selengkapnya...
HUT RI ke 69 Menandai Kemajuan Demokrasi
Jakarta - Timoris,17-08-2014

InfoPublik - Peringatan HUT RI ke 69 menandai kemajuan demokrasi di Tanah Air seiring telah terlaksananya pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2014 dengan sukses.

“Suksesnya pileg dan pilpres menunjukkan kematangan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi, meskipun ditemui berbagai masalah dan catatan dalam pelaksanaan pemilu tersebut, itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita agar pemilu yang akan datang bisa lebih baik lagi,” kata ketua DPR RI Marzuki Alie dalam sidang bersama DPR dan DPD RI Jakarta, Jumat (15/8).

--
baca selengkapnya...
KOMPAS: Seberapa Pengaruh Acara Debat terhadap Elektabilitas Capres?
Jakarta - Timoris,10-06-2014

KOMPAS.com — Peneliti Pusat Data Bersatu (PDB) Agus Herta menilai bahwa naik turunnya elektabilitas seorang sosok tidak dipengaruhi oleh satu atau dua momen saja. Acara debat calon presiden dan wakil presiden yang baru berlangsung satu kali tidak berdampak signifikan terhadap elektabilitas calon.

"Artinya, acara debat kemarin itu secara umum tidak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas," ujar Agus seusai pemaparan survei peta capres-cawapres di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (10/6/2014) sore.

--
baca selengkapnya...
‘Kampung Soekarno’ Dideklarasikan Di Surabaya
Surabaya - Timoris,07-06-2014

Berdikarionline - Peringatan Hari Kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, berlangsung di Surabaya, Kamis (5/6) malam. Tepatnya di kampung kelahiran Soekarno, yakni kampung Pandean Peneleh Gang IV No. 40, Surabaya.

Partai Rakyat Demokratik (PRD) bekerjasama dengan warga setempat menggelar acara “syukuran dan refleksi” atas hari kelahiran ‘Putra Sang Fajar’. Selain dimeriahkan dengan orasi politik dan pementasan seni, peringatan kali ini juga diwarnai dengan deklarasi “Kampung Soekarno”.

--
baca selengkapnya...
[ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] [ 15 ] [ 16 ] [ 17 ] [ 18 ] [ 19 ] [ 20 ] [ 21 ] [ 22 ] [ 23 ] [ 24 ] [ 25 ] [ 26 ] [ 27 ] [ 28 ] [ 29 ] [ 30 ]
Untitled Document
ADMINISTRATOR
Admin User
Admin Pass
 
PEMILU 2014
GALLERY
photo19.jpg
FOTO: NEWSLETTER DEMOS BELU EDISI II
ARTIKEL (Random)
Telah Mati (Menyoal Tata Ruang Kota Lewoleba)

Oleh Juan Orong

(Imam Katolik, Paroki Saint Arnold Janssen, Waikomo-Lewoleba Barat)

Sepintas melihat kota Lewoleba, serentak terbersit di hati kita rasa sedih dan terenyuh. Betapa tidak? Segala infrastruktur dan tata ruang kota itu tidak terurus dengan baik; lantas wajah kota itu tampak carut-marut. Baca detail

Belajar Koperasi Ke Venezuela
Dulu, siapa mau belajar koperasi, datanglah ke Skandinavia (Denmark, Swedia, dan Norwegia). Bung Hatta melakukan hal itu pada tahun 1925. Sekarang, anda bisa belajar koperasi di negara-negara Amerika Latin. Khususnya: Venezuela!
Venezuela sedang menjalankan revolusi. Menariknya, dalam kerangka revolusi di lapangan ekonomi, Chavez telah menekankan koperasi sebagai salah satu alatnya
Baca detail
Pers di Negeri Kaum Papa

Oleh: Dion DB Putra

(Pemred SKH Pos Kupang dan Ketua PWI Cabang NTT)

Wajah pers merupakan gambaran bening tentang rupa masyarakatnya. Tidaklah mungkin pers hidup makmur di tengah masyarakat yang miskin papa. (Konvensi Media Massa Nasional 2010)

Baca detail
Mahalnya Biaya Pemilu

EDITORIAL BERDIKARI ONLINE

Sebentar lagi pesta “pemilu 2014” akan digelar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 7,4 triliun untuk penyelenggaraan pemilu 2014. Banyak yang menilai, anggaran tersebut terlalu besar dan tidak masuk akal. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengendus adanya alokasi anggaran yang tidak masuk akal, yakni anggaran peliputan sebesar Rp 40,4 miliar dan anggaran press tour sebesar Rp13,1 miliar. Begitu pula dengan anggaran pemutakhiran data pemilih sebesar Rp 3,7 triliun atau hampir separuh dari biaya E-KTP.
Baca detail
Nasib Komoditi Unggulan NTT

Oleh: Wilson MA Therik

SALAM (tajuk) di Harian Umum Pos Kupang, 30 Juni 2009 kembali menguak penyakit yang telah menahun (su tua di badan), yakni petani kecil NTT yang menderita karena harga jual komoditi yang rendah, pengijon dan lintah darat serta debt collector merajalela, dan tidak ada yang 'merasa berdosa'. Semua tenang-tenang saja.
Baca detail

IMPLIKASI PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG (PILKADAL) TERHADAP KEMAJUAN

Oleh: Dr. Kotan Y.Stefanus, SH,M.Hum

Sejak 2001, Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia; Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia.
Baca detail
Ironi Kekuasaan Politik
(Refleksi menjelang Pilpres 2010)

Oleh Gabriel Adur (Mahasiswa Philosopisch und Theologisches Hochschule Sankt Augustin German)

Tentang hakikat manusia, Hans Kueng pernah menulis: Manusia itu sendiri sudah sangat komplex, makhluk yang memiliki tingkat ambivalensi yang tinggi antara yang rational dan yang tidak rational, yang baik dan yang buruk; sebuah perpaduan dari egoisme dan kebajikan (Hans Kueng, Weltethos für Weltpolitik und Weltwirtschaft, 1997). Baca detail

Setiap Bulan Ditemukan 10 - 20 Penderita HIV/AIDS
Setiap bulan RSUD Atambua menemukan penderita HIV/AIDS 10 hingga 20 penderita. Belum terhitung 4 RSUD lain, yakni; RSUD Betun, RSUD Halilulik, RSUD Sito Husada dan Rumah Sakit Tentara jika dalam sebulan juga menemukan penderita HIV/AIDS, angka pertambahan penyakit mematikan ini diatas 20 orang. Baca detail
Pesona Caleg atau Ideologi Partai?
Oleh: Dr. Paul Budi Kleden, SVD

KETIDAKPASTIAN, itulah yang dapat dikatakan tentang suasana menjelang pemilihan umum legislatif 2009 ini. Regulasi yang ditetapkan masih gamang dan belum stabil. Contreng sekali atau dua kali? Bagaimana dengan affirmative action untuk kaum perempuan?

Baca detail
DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH; UPAYA MEMBERDAYAKAN DAERAH

Oleh: VIKTUS MURIN

Revormasi yang terjadi di Indonesia sebagai antitesa terhadap pemerintahan sentralistik Orde Baru, telah membuka kran demokrasi secara masif di hampir semua lini kehidupan
Baca detail
IMPLIKASI PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG (PILKADAL) TERHADAP KEMAJUAN

Oleh: Dr. Kotan Y.Stefanus, SH,M.Hum

Sejak 2001, Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia; Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia.
Baca detail
Bangkit Lawan Kebohongan
(Seputar Penolakan Tambang di Riung)

Oleh Steph Tupeng Witin

Tanah di Flores dan Lembata terus menerus digempur oleh para investor pertambangan. Nusa Bunga, akhir-akhir ini, menghadirkan daya tarik dan pesona bagi hadirnya “janji-janji surga” yang sesungguhnya berjalan beriringan dengan bayangan kehancuran alam.
Baca detail
Membudayakan Pangan Lokal

Oleh: Marianus Kleden

DI pojok kiri halaman Kantor Gubernur NTT terpancang sebuah bilbor (tetapi tidak pernah di-bill) dengan foto gubernur dan wakil gubernur yang mengimbau agar "hari Kamis katong makan pangan lokal".
Baca detail

Dari Luli Ahi Hingga Gelo Sele

Oleh: Yanuaris Pareira

Tulisan ini mengupas tradisi Suku Kemak Oho tentang ritual adat dalam bertani yang merupakan penyatuan dengan kekuatan leluhur. Suku Kemak Oho memiliki bermacam-macam ritual adat. Ritual adat ini merupakan kepercayaan bersama segenap anggota Suku Kemak Oho. Prosesi penanaman tanaman pertanian dan perkebunan, dilalui beberapa proses, antara lain
Baca detail
Mengintip Tradisi Pengambilan Nale di Mingar

Oleh: Pius Demon

Anda mungkin sudah merasakan nikmatnya aneka santapan hidangan laut, tapi pernahkah Anda menyantap “see food” dari Mingar? Boleh jadi Anda sudah mendengar nama makanan laut dari wilayah Kecamatan Nagawutun itu, tapi belum menyantapnya.

Baca detail
Hasae Kakaluk
Hasae Kakaluk menurut arti katanya "Hasae" (menaikan), "Kakaluk" (kesaktian). Secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai ritual adat untuk anak suku menjadi sakti atau dilindungi leluhur sewaktu berperang atau ke tempat jauh untuk mengadu nasib. Baca detail
Negeri Para Preman
Oleh: Dion DB Putra

BETA makan lu. Lado mengajak Mase berduel di luar gedung Dewan. Demikian sepenggal peristiwa yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Kupang, hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2009.

Baca detail
Dilema Demokrasi Mayoritas
Oleh:Romanus Ndau Lendong

DI penghujung 2008, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan ketentuan nomor urut yang diatur dalam pasal 214 UU No. 10/2008 tentang pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD. Pasal tersebut menyatakan bahwa pemenang pemilu legislatif adalah mereka yang berhasil meraih suara di atas 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan menduduki nomor urut kecil.

Baca detail
Batu Mangan di NTT

Kualitas batu Mangan dari NTT terbaik di dunia, dan jumlah yang terukur saat ini cukup untuk penuhi kebutuhan Indonesia serta Korea Selatan selama lima puluh tahun mendatang. Hal ini disampaikan seorang pejabat ESDM saat berkunjung ke Kupang akhir 2009 lalu. Ini kabar baik atau buruk bagi rakyat NTT? Tampak banyak jawaban negatif. Baru-baru ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT) mendesak pemerintah daerah untuk menghentikan seluruh proses eksploitasi mangan di daerah tersebut, sampai ada regulasi (peraturan daerah) di tingkat provinsi yang mengatur hal ini.

Baca detail
Tue Nala Ho'on Media Perdamaian Lokal Suku Bunaq

Oleh: Charles mau dan Charles Anyi

Seiring dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi yang kian meningkat, berpegaruh terhadap aspek kehidupan. Salah satunya adalah tradisi/budaya lokal kian hari kian surut dari realita kehidupan. Generasi muda saat ini mulai menyepelehkan bahkan melupakan tradisi warisan leluhur. Mengatasi persoalan yang ada di sekitar kita dapat dilakukan menggunakan media lokal, seperti "TUE NALA HO'ON" di masyarakat Bunaq.
Baca detail
LEGENDA SUMBER AIR LAHURUS

Oleh: (Genoveva Bikan & Puplius M. Buru)

Tulisan ini sengaja ditempatkan setelah cerita mengenai suku Melus karena legenda sumber air Lahurus sangat erat kaitannya dengan peristiwa pengusiran orang Melus. Tulisan ini berusaha merangkum tradisi lisan tentang munculnya sumber air Lahurus yang diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.

Baca detail
Pemilu 2009: Dari Kerumunan Hingga Golput
Oleh: Pius Rengka, SH, M.Sc

PEMILU legislatif akan digelar 9 April 2009. Itu artinya pemilu tinggal 90 hari lagi. Apa kiranya gejala dan makna politis dari tenggat waktu tersisa itu dalam dinamika politik di Nusa Tenggara Timur? Apa pula fenomena kasat mata di permukaan panggung politik NTT?

Baca detail
Partai Politik dan Penguatan Politik Daerah
Oleh: Dr. phil. Norbertus jegalus, MA

Karena eksistensi partai politik di Indonesia dijamin secara konstitusional pada tingkat negara, jadi tidak ada partai politik lokal kecuali Daerah Aceh, maka kita hanya bisa berbicara tentang peran partai politik secara umum di tingkat nasional. Baru berdasarkan pemahaman itu kita bisa menyoroti eksistensi dan peran partai politik di tingkat lokal yakni di tingkat kabupaten.

Baca detail
Membuat Anak Mengenal Keluarga
No Du Anamugung, tradisi masyarakat Kemak Leolima. Sebagaimana dituturkan Markus Mau Buting, upacara adat ini dilakukan dari jaman nenek moyang hingga saat ini Baca detail
"Rai Ami Fo Ti'an, Sei Sa Tenik?"
Ungkapan dalam Bahasa Tetun ini dalam terjemahan bebas berarti "Tanah kami sudah serahkan, masih apalagi?"; Pernyataan ini terungkap dari para pemilik lahan yang secara suka rela menyerahkan tanahnya untuk kepentingan pembentukan Kabupaten Malaka. Penyerahan tanah ini untuk memenuhi salah syarat bahwa calon kabupaten baru harus menyediakan lahan untuk pembangunan infrastruktur pemerintahan kabupaten khusus kantor-kantor pemerintah dan fasilitas umum lainnya. Baca detail
Demokrasi dan Ketergantungan Sosial

Oleh Drs. Martinus Satban, M. Si

Secara konseptual, demokrasi dan kesejahteraan (welfare) merupakan dua konsep yang sangat terkait erat walau tidak harus dibuat paralel. Demokrasi adalah pilihan untuk mewujudkan kesejahteraan.
Baca detail
Gelombang Demokrasi Masyarakat Transisi

Oleh Pius Rengka

BAGAIMANA menjelaskan hasil pemilihan legislatif dan presiden kemarin dalam terang gelombang demokrasi di daerah ini? Pertanyaan ini, ingin dikomentari secara amat sangat ringkas dan sederhana.

Baca detail
KONSEP DAN APLIKASI EKONOMI BERBASIS MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Oleh: Dr. Thomas Ola Langoday, M.Si

Saya berpendapat bahwa baik aras konsep, aplikatif maupun objektivenya ilmu ekonomi bergerak menuju satu tujuan yaitu kesejahteraan masyarakat. Hanya saja dalam ilmu ekonomi terdapat banyak agen/pelaku ekonomi.

Baca detail
Sekolah Demokrasi Lembata Lahirkan Pemimpin Baru

Oleh: Niko Dai

Sekolah Demokrasi Lembata adalah sebuah bentuk pendidikan non formal dalam bidang politik. Lahirnya Sekolah Demokrasi ini membutuhkan sebuah proses yang panjang.

Baca detail
"Civil Society" di Lembata
Oleh: Fredy Wahon

ADEGAN sidang paripurna DPRD Lembata membahas draf rekomendasi tentang pertambangan tembaga dan emas di Kabupaten Lembata oleh PT Merukh enterprise ricuh. Suasana sidang yang dipimpin Frans Making, BA itu sejak awal memang sudah tegang. Maklum, sejak sidang dibuka, anggota Dewan dari PSI, Ahmad Bumi, SH langsung melakukan interupsi. Dia menilai Dewan tidak perlu mengeluarkan rekomendasi.

Baca detail
 
 
Failed to Get RSS Data